aku masih terpaku dibalik selimut ketika roda pedati yang mengangkut para penjual sayur itu menyapa telingaku yang masih setengah ikhlas mendengarkan alam.
aku menyeringai menahan malas untuk beranjak dari tempatku berbaring malam tadi.
karena aku masih berharap kedatangan mimpi indah tentang kepak sayap bidadari yang membangunkanku untuk melangkahkan kaki kembali pada petualangan hari.
duh keindahan yang tak terperi,kemana harus kucari..?
bidadari tak kunjung datang rupanya.karena setiap kali aku terbangun hanya kenyataan demi kepahitan dunia yang menyengat wajahku dan memaksa untuk berjuang lagi melawan angkuhnya angkara dunia. kekejaman,kebengisan, dan kedzaliman orang-orang yang mestinya menjadi pelindung sudah menjadi pemandangan sehari-hari. aku berdiri di sebuah lembaga besar yang penuh terisi oleh setan-setan ganas yang bertopeng jabatan tanda pangkat begitu mengerikan.
wahai ENGKAU yang maha membolak balikkan hati..tunjukkan kuasaMU agar anak cucu ku tak perlu bersimbah darah menegakkan agamaMU. bukan aku tak mau lagi berusaha atau berputus asa,tapi kengerianku telah tumbuh menjulang melebihi percaya diri yang selama ini kubanggakan.